WEBSITE BANDAR PULAU – Dalam upaya mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya lokal, Ketua TP PKK Kecamatan Bandar Pulau, Ny. Murni Hayati Syamsul, melakukan kunjungan kerja ke sentra pembuatan kain tenun Ulos di Desa Aek Nagali, Kecamatan Bandar Pulau, pada hari Rabu, 07 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses produksi sekaligus memberikan motivasi kepada para pengrajin tenun lokal agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Mengapresiasi Ketelitian Pengrajin Lokal
Setibanya di lokasi, Ny. Murni Hayati Syamsul tampak antusias berdialog dengan para ibu pengrajin. Beliau memperhatikan dengan saksama setiap tahapan pembuatan Ulos, mulai dari pemilihan benang, pewarnaan, hingga proses menenun menggunakan alat tradisional yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Menurut beliau, kain Ulos bukan sekadar kain biasa, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai filosofis mendalam, khususnya bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Saya sangat bangga melihat semangat ibu-ibu di Desa Aek Nagali yang masih konsisten melestarikan seni tenun ini. Kualitas motif dan kerapian tenunan di sini sangat luar biasa dan memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas," ujar Ny. Murni Hayati Syamsul di sela-sela kunjungannya.
Mendorong Digitalisasi dan Pemasaran UMKM
Selain memberikan apresiasi, Ny. Murni Hayati Syamsul juga menekankan pentingnya inovasi dalam produk turunan Ulos. Beliau menyarankan agar para pengrajin tidak hanya memproduksi kain panjang, tetapi juga mulai berkreasi membuat produk siap pakai seperti tas, dompet, atau pakaian modern berbahan Ulos.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam kunjungan tersebut antara lain:
Peningkatan Kualitas: Menjaga keaslian motif sambil tetap bereksperimen dengan warna yang diminati pasar saat ini.
Pemasaran Digital: Mendorong penggunaan media sosial sebagai sarana promosi untuk menjangkau pembeli dari luar daerah.
Keberlanjutan Generasi: Mengajak generasi muda Desa Aek Nagali untuk belajar menenun agar keahlian ini tidak punah.



